Dalam sejarah sampai sekarang (2008), Presiden Republik Indonesia pernah 3 kali bertemu dengan seorang paus. Bung Karno pada tahun akhir tahun 1950-an (atau awal 1960-an?) berkunjung ke Vatikan dan bertemu dengan Paus Yohanes XXIII, sementara Presiden Soeharto bertemu dengan Paus Paulus VI di Jakarta pada tahun 1970 dan dengan Paus Yohanes Paulus II di Jakarta pada tahun 1989.
Konon, pada pertemuan pertamanya dengan Paus Paulus VI di Jakarta pada tahun 1970, Soeharto sempat tidak bisa menjawab suatu pertanyaan, sehingga Presiden Republik Indonesia tersebut kabarnya sangat malu – apalagi hal ini sempat tersebar di antara anggota rombongan dari Vatikan.
Kini, dalam rangka kedatangan Paus Yohanes Paulus II ke Jakarta pada bulan Oktober 1989, ia sudah siap-siap untuk melakukan revenge atas “nama buruk” yang sempat diterimanya 19 tahun lalu. Kali ini, Soeharto mau menyombongkan pengetahuan Katoliknya di hadapan Paus. Ia sudah meminta Mgr. Leo Soekoto SJ – Uskup Jakarta, sudah almarhum – agar membantunya bila ia kesulitan. Persiapan dilakukan dengan membuat alat komunikasi wireless yang tak terlihat (Jadi, Mgr. Leo bisa mendengar pertanyaan paus dari jarak jauh dan langsung memberi tahu Soeharto mengenai jawabannya).
Sebenarnya Paus sangat enggan dengan hal ini, karena ia ke Indonesia hanya untuk menjumpai umat Katolik di negeri ini dan menikmati sedikit keramahtamahan warga Indonesia. Namun, Soeharto memohon dengan sangat agar Sri Paus dari Polandia ini sudi untuk mengetes pengetahuan Katolik Soeharto, walaupun Presiden RI ini bukan Katolik.
Akhirnya, Sri Paus setuju walaupun tetap tidak nyaman dengan hal ini. Setelah berbincang-bincang mengenai banyak hal, akhirnya, sampailah mereka di penghujung acara pertemuan 4 mata tersebut.
“Silaken, Bapak Paus, boleh tanya apa saja tentang iman Katolik, kepada saya,” ujar Soeharto dengan kalem dan sambil senyum-senyum seperti biasanya.
“Yaaaah…. Kalau ini memang maunya Anda. Anggap saja ini semacam selingan santai setelah perbincangan serius kita tadi,” kata Sri Paus.
“Iya, iya. Silaken, jangan sungkan-sungkan!”
“Oke. Pertanyaan pertama: Siapa nama rasul yang menjadi ketua dari 12 rasul dan menjadi paus pertama?”
“Petrus,” jawab Soeharto tegas setelah Mgr. Leo Soekoto yang berada di ruang samping memberikan jawaban bocoran. Soeharto tampak yakin dengan jawabannya.
“Benar. Sekarang pertanyaan kedua: Siapa nama salah seorang rasul Yesus yang menyangkal Yesus tiga kali?”
Soeharto agak terbatuk-batuk sedikit, sebelum menjawab: “Petrus.” Ia tampak agak bingung.
“Wah, Anda hebat sekali, walaupun bukan Katolik,” kata Paus. “Kini pertanyaan terakhir: Siapa nama rasul Yesus yang menjadi batu karang gereja dan diserahi kunci kerajaan surga?”
Soeharto terloncat dari tempat duduknya sambil berteriak: “Ini gila. Anda mau mempermainkan saya, ya, Monsiyur?”
“Ada apa, Mr. Presiden?” Sri Paus bertanya dengan kaget melihat Presiden Republik Indonesia tersebut jungkir balik.
“Bapak Paus yang terhormat, bagaimana salah seorang uskup Anda berani-beraninya mempermainkan saya di depan Anda? Coba dengar apa yang dia bilang. Ketua para rasul dan paus pertama adalah Petrus. Bolehlah. Kemudian dia bilang, rasul yang menyangkal Yesus 3 kali adalah Petrus juga. Aneh. Akhirnya, yang paling gila, setelah dia bilang begitu, mengapa dia ngotot bahwa Petrus juga yang menjadi batu karang gereja dan diserahi kunci kerajaan surga. Saya, Soeharto, tidak dapat dibohongi!”***
Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Maret 2008
Jumat, 14 Maret 2008
Humor Mister Bean
1. TUMOR OTAK
Dokter: Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan)
Dokter: Anda mengerti maksud saya bukan?
Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh?
Dokter: Mengapa Anda begitu gembira?
Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.
2. MR. BEAN DI SEKOLAH
Guru: Berapakah 5 plus 4?
Mr. Bean: 9
Guru: Berapakah 4 plus 5?
Mr. Bean: He, he, Anda mau menjebak saya, Anda hanya membalik hitungannya, jawabnya 6!!
3. MR. BEAN DI APOTIK
Mr. Bean: Saya ingin membeli vitamin untuk cucu saya.
Karyawan: Vitamin apa, A, B atau C?
Mr. Bean: Apa saja, cucu saya belum bisa membaca!!
4. MR. BEAN SEDANG DI BELAKANG ORANG YANG MENGANTRI DI ATM
Orang: Apa yang kamu lihat?
Mr. Bean: Saya tahu nomor PIN Anda, hee, hee...
Orang: OK, berapakah nomor PIN saya?
Mr. Bean: Empat buah asterisk (*).
(red. Asterisk = tanda bintang)
5. MR. BEAN SEDANG MENGOBROL DENGAN TEMAN
Teman: Bagaimana dengan kaset video yang Anda pinjam dari saya kemarin? Bagus?
Mr. Bean: Apanya yang bagus, tadinya saya kira itu sebuah film horor. Ternyata tidak ad gambarnya.
Teman: Apa judul film itu?
Mr. Bean: Head Cleaner.
6. IBU MR. BEAN MENINGGAL
Mr. Bean: (menangis) Dokter bilang, ibu saya meninggal.
Teman: Saya ikut berduka cita, sahabatku.
Dua menit kemudian Mr. Bean menangis lagi bahkan lebih keras.
Teman: Ada apa lagi?
Mr. Bean: Kakak saya baru menelepon, ibunya juga meninggal.
7. MR. BEAN MENGHADIRI RAPAT
Rekan: Maaf saya terlambat. Saya terjebak di dalam lift selama 4 jam karena listrik padam.
Mr. Bean: Tidak apa, saya juga … saya terjebak di eskalator selama 3 jam.
8. PELAJARAN MENGEJA
Anak Mr. Bean: Pa, bagaimana ejaan kata “successful” … dengan satu c atau dua c?
Mr. Bean: Beri saja tiga agar yakin.
9. MR. BEAN KE BIOSKOP
Teman: Mengapa kamu mengajak 18 teman menonton bioskop.
Mr. Bean: Karena di bawah 18 tidak boleh.
10. MR. BEAN MEMBELI TV
Mr. Bean: Apakah ada TV warna?
Penjual: Ya!
Mr. Bean: Beri saya yang hijau.
11. MR. BEAN MEMBELI TERMOS
Mr. Bean: Barang apakah ini?
Penjual: Ini adalah termos.
Mr. Bean: Untuk apa itu?
Penjual: Membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Mr. Bean: Ha, ha. Saya akan beli.
Besoknya Mr. Bean ke kantor dengan membawa termos.
Bos: Mengapa Anda membawa termos?
Mr. Bean: Karena membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Bos: Anda isi apa?
Mr. Bean: Dua gelas kopi dan secangkir es krim.
12. MR. BEAN DI KANTOR
Mr. Bean sangat teliti, setelah membuat fotocopy ia selalu mengecek apakah hasil kopiannya cocok dengan aslinya.
13. MR. BEAN DI TENGAH BADAI PETIR
Mr. Bean selalu tersenyum ketika ada badai petir karena ia mengira sedang dipotret.
14. MR. BEAN MENELPON
Mr. Bean bingung tidak bisa menelpon 911.
Karena di situ tidak ada angka 11.
15. MR. BEAN BEKERJA DENGAN KOMPUTER
Mr. Bean membeli komputer baru dan menggunakannya. Ketika ia menemui kesulitan, ia
memutuskan untuk menekan tombol “Help”.
Tak lama kemudian ia menjadi bingung dan menelpon toko komputer.
Mr. Bean: Saya menekan tombol F1 untuk meminta bantuan, tetapi sudah setengah jam tidak ada orang datang membantu saya.
16. MR. BEAN KE DOKTER
Mr. Bean datang ke dokter dengan kedua telinganya luka bakar.
Dokter: Apa yang terjadi?
Mr. Bean: Saya sedang menyeterika dan telepon berdering, saya salah mengambil
gagang telepon,
tidak sengaja saya mengangkat seterika dan menempelkannya di telinga saya.
Dokter: Wow..! Tetapi apa yang terjadi dengan telinga Anda yang satu lagi?
Mr. Bean: Teman saya yang goblok itu menelepon lagi.
17. MR. BEAN BERMAIN JISSAW PUZZLE
Setelah berhasil menyusun suatu jigsaw puzzle dengan bangga ia memperlihatkan pada temannya.
Mr. Bean: Saya hanya memerlukan 5 bulan untuk menyusunnya.
Teman: Mengapa begitu lama?
Mr. Bean: Lama? Lihat ini dikotaknya tertulis “Untuk 4-7 tahun”.
Langganan:
Postingan (Atom)